Kamis, 31 Oktober 2013

 Sebuah pertanyaan

disaat didekatmu kuingin mengungkapkan sebuah kalimat yg terpendam didalam hati.
yg membuat jantung ini tak menentu.
yang membuat keringat ini terus mengalir.
yang membuat kaki ini tak berhenti bergerak.
walaupunku tak mengatkannya,tapi ku telah mengungkapkannya dengan hati ini.
disaat engkau menjawab perasaan itu bagaikan pedang yang menyayat hati ini.
ku pergi seolah-olah tak ada masalah yang terjadi .
akan tetapi hati ini berontak hingga ku tak dapat membendung air mata ini.
dan akhirnya ku tak dapat menyembunyikan air mata ini di hadapanmu ketika kau menghampiriku.
dan kesalahan terbesarku saat itu hingga sampai saat ini yaitu ku tak tau mengapa engkau tak mencintaiku.

                                                Cahayanya

andaiku bisa melukis,kan kulukiskan kenangan terindah bersamamu
andaiku bisa bernyanyi,kan kulantunkan nyanyian tentang kita
andaiku bisa kembali kemasa lalu,ku tak ingin mencintaimu
andaiku bisa meraih bintang,kan ku bawa pulang tuk menerangi sisi gelap hati ini

apa engkau tahu berapa banyak coretan untuk merangkai kata untukmu?
apa engkau tahu berapa air mataku yg menetes disaat aku mengingatmu
apa engkau tahu berapa kali ku memikirkanmu?

jawabannya,sebanyak bintang di jagad raya ini
apa engkau bisa menghitung bintang di jagad raya ini?
tentu tidak begitu pula rasaku padamu
apa engkau tahu kenapa engkautak dapat menghitung bintang dijagad raya ini?
itu karena engkau tak dapat melihat dan merasakan bintang yang lain
sepetyi didalam hatimu yg masih belum merasakan dan melihat secercah cahay kecil didalam hatimu.
dan cahaya itu adalah aku..